Masterbet188

Mengenal Ayam Leher Gundul (Legund)

Mengenal Ayam Leher Gundul (Legund) Ayam leher gundul (legund) merupakan salah satu variasi genetik ayam kampung/lokal yang ada di Indonesia. Ayam ini sering disebut oleh pedagang dengan nama ayam Bali. Keunikan ayam ini adalah tidak adanya bulu dari kepala hingga bagian atas tembolok, sehingga leher tampak polos alias gundul, sehingga dinamakan ayam leher gundul.

Dalam bahasa Inggris, ayam leher gundul dikenal sebagai naked neck chicken / fowl. Di luar negeri, terdapat pula beberapa jenis ayam leher gundul seperti bare neck transylvanian chicken, nigerian naked neck chicken. Banyak penelitian telah dilakukan terhadap ayam leher gundul /legund ini baik dalam maupun luar negeri.

Mengenal Ayam Leher Gundul (Legund)

Pakar ayam leher gundul dari Indonesia adalah Prof. Dr. Jafendi Hasoloan Purba Sidadolog dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Genetika Ayam Leher Gundul

Sifat leher gundul merupakan dominan tidak lengkap. Dalam kondisi heterozigot (Na/na+), bulu-bulu halus pada leher masih ditemukan. Namun pada ayam dengan genotipe homozigot (Na/Na), bulu-bulu di leher tidak ditemukan sama sekali.

BACA JUGA : Mengenal Permainan Judi Sabung Ayam Online Dan Beberapa Hal Yang Untuk Memulai Permainannya 

Berdasarkan keberadaan bulu halus pada lehernya, ayam leher gundul yang diamati diduga memiliki genotipe homozigot, karena seluruh ayam tidak memiliki bulu-bulu halus di lehernya.

Perbedaan Ayam Leher Gundul Homozigot dan heterozigot

Ayam leher gundul dengan genotipe heterozigot kehilangan bulu sebanyak 30%, sedangkan yang bergenotipe homozigot kehilangan bulu sekitar 40% dari total bulu yang ada pada tubuh ayam normal.

Gen Na mempengaruhi keberadaan pori-pori untuk pertumbuhan bulu. Ayam leher gundul tidak memiliki folikel bulu dari kepala dan leher, kecuali sekitar jengger, anterior tulang belakang, dan dua bagian kecil di sisi atas crop (Fathi et al., 2013).

Merat (1986) menggolongkan gen leher gundul (Na) sebagai gen Pliotropy, yaitu gen yang berpengaruh terhadap dua sifat atau lebih, atau karena memiliki keterkaitan dengan gen-gen lain. Digolongkan demikian karena gen tersebut memberikan pengaruh baik terhadap transfer atau pembuangan panas ke luar tubuh (lingkungan) dan memperbaiki efisiensi pakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *